Banyak disebutkan bahwa bambu adalah pepohonan yang begitu banyak
memberi manfaat dan kegunaan bagi kebutuhan kehidupan manusia. Bahkan di zaman
modern dan serba canggih ini, bambu tetap banyak dimanfaatkan untuk berbagai
keperluan dari yang paling sederhana sampai dirancang dalam berbagai modifikasi
artistik. Dari sekecil tusuk gigi, sedotan minuman, sampai segede bangunan
rumah, di mana hiasan dekoratifnya dari
bahan bakunya berupa bambu. Di sini menunjukkan kepada kita bahwa begitu banyak
manfaat dan kegunaan bambu bagi kehidupan, hingga kini.
Selain banyak
memberi manfaat dan kegunaan bagi kehidupan. Di balik ragam jenis bambu juga
sarat menyimpan nilai-nilai filosofi bagi kehidupan.
Indonesia adalah
negeri yang kaya akan
bambu, karena banyak karakteristik unik dari setiap jenis
tanaman bambu. Bahkan dari setiap jenis
bambu memiliki karateristis tersendiri
mewakili simbol-simbol yang
sangat bermakna tentang simbolisme kehidupan.
Selain sangat
banyak memberi manfaat dan kegunaan bagi kehidupan, di balik ragam jenis bambu
daripadanya juga sarat menyimpan nilai-nilai filosofi bagi kehidupan yang bisa
dipetik. Salah satunya yaitu kelenturan
pohom bambu antara lain mengajarkan manusia untuk selalu bersikap fleksibilitas
dan lentur dalam beradaptasi pada lingkungan.
Sebagaimana kelenturan pohon bambu ketika menghadapi terpaan angin
sampai meliuk-liuk, tetapi tidak menjadikannya tumbang, roboh, atau jebol.
Filosofi ini mengajarkan bahwa selain fleksibilitas dan lentur, dengan akar
yang kuat, ia tetap kokoh menghadapi terpahan hidup. Dari fleksibilitas ini
pula mengajarkan membuat kita menjadi pribadi luar biasa.
Dalam berbagai hal, pohon bambu banyak dijadikan sebagai
perumpamaan, kiasan (sanepan),
sebagai local wisdom. Sebagaimana
ungkapan jadilah seperti pohon bambu. Yakinlah, bahwa cobaan dan rintangan itu
akan berlalu. Setelah itu segeralah bangkit dan berdiri tegak, seperti pohon
bambu yang kembali tegak setelah angin berlalu.
Bahkan ada ungkapan jadilah
pribadi seperti pohon bambu, semakin
tinggi menjulang ujungnya akan melengkung. Ini mengajarkan, kepada manusia
untuk senantiasa memiliki sifat andap asor, rendah hati.
Dalam konteks kebudayaan dan
kearifan lokal Indonesia, bambu sering disimbolkan sebagai "pohon
kehidupan" atau memiliki filosofi kehidupan yang dalam.
Dalam khasanah
pengaji bambu unik (deling) Komunitas Pecinta Bambu Unik Nusantara
(KPBUN), yang dimaksud “ngaji deling” adalah membaca apa yang tersurat dan
tersirat di balik simbolisasi keunikan bambu unik sebagai kitab ora tinulis ning iso diwoco, membaca kitab tak tertulis tapi
bisa dibaca.
Dari simbolisasi
bahasa tanda, baik yang tersurat dan tersirat dalam bambu unik, kita diajak
membaca, menterjemahkan dan memberi arti dari makna pesan yang tersembunyi
didalamnya untuk kemudian dipahami oleh tindakan batin atau pengalaman batin,
dan kemudian dimaknai lebih jauh lagi sebagai pedoman atau tindakan di tengah
kehidupan.
Dalam khasanah
budaya Jawa, ngaji deling (bambu
unik) inipun oleh leluhur nenek moyang dipakai sebagai pedoman atau sarana
ajaran budi pekerti sebagai kitab nyoto
seng alami sejareno laku urip, kitab nyata yang alami sebagai pedoman
hidup, sebagai sarana pedoman ajaran budi pekerti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar