Cari Blog Ini

Senin, 16 Maret 2026

Membaca Bambu Unik - Membaca Ayat-Ayat Semesta Kitab Tak Tertulis Tapi Bisa Dibaca


 

Lewat kitab ora tinulis ning iso diwoco, kitab tak tertulis tapi bisa dibaca, pembaca akan diajak membaca simbolisasi ayat-ayat alam bambu unik, serta makna simboliknya sebagai ayat-ayat kauniyah.

Di kalangan pengaji bambu unik (deling), keberadaan bambu ini juga disebutkan sebagai pusaka alam kitab tak tertulis tapi bisa dibaca. 

Disebut sebagai pusaka alam, ia mawujud bukan hasil rekayasa kerajinan tangan manusia. Ia mawujud langsung dari alam yang memanifestasikan diri dalam simbol-simbol khusus yang membawa pesan-pesan alam yang tersembunyi di dalamnya untuk dibaca manusia.

Di sini kita juga diajak: ngaji rasa, ngaji diri. Sekaligus juga diajak, yang akan membawa pada “Kesadaran Ilahiyah”, dengan kata lain membawa kita memasuki dimensi “Transendensi”.

Pada dimensi “Transendensi” inilah yang dalam alam sufisme Ibn ‘Arabi, manusia bukan saja diajak “dialogis” dengan dimensi kosmologis, juga mengalami perjumpaan dengan dimensi teofani, yang disebutnya sebagai “imajinasi kreatif”.

Oleh filsuf eksistensialis Karl Jaspers, “Transendensi” adalah nama untuk keilahian yang tersembunyi diwujudkan dalam chiffer-chiffer yang berarti “tanda rahasia” berupa simbol-simbol yang masih diselimuti misteri.

Sebagai ayat-ayat kauniyah, ia tersembunyi, sehingga banyak jawaban yang harus dicari sendiri.

Walau manusia tidak akan mampu menjangkau membuka keseluruhan tabir rahasia misteri alam semesta, tapi setidaknya di sini kita diajak mentafakuri.

Lewat tanda-tanda kebesaran alam, walau hanya dari sepotong bambu unik, setidaknya semakin menebalkan keimanan dan ketakjuban atas kebesaran Tuhan Semesta Alam.

Tak ada yang tak ada atas kehendak kuasa-Nya.

“Ngaji Kitab Pohon Kehidupan Bambu Unik” Menyingkap Rahasia Tersembunyi Simbolisme Ayat-Ayat Semesta Bambu Unik


 

Banyak disebutkan bahwa bambu adalah pepohonan yang begitu banyak memberi manfaat dan kegunaan bagi kebutuhan kehidupan manusia. Bahkan di zaman modern dan serba canggih ini, bambu tetap banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dari yang paling sederhana sampai dirancang dalam berbagai modifikasi artistik. Dari sekecil tusuk gigi, sedotan minuman, sampai segede bangunan rumah, di mana  hiasan dekoratifnya dari bahan bakunya berupa bambu. Di sini menunjukkan kepada kita bahwa begitu banyak manfaat dan kegunaan bambu bagi kehidupan, hingga kini.

Selain banyak memberi manfaat dan kegunaan bagi kehidupan. Di balik ragam jenis bambu juga sarat menyimpan nilai-nilai filosofi bagi kehidupan.

Indonesia  adalah  negeri yang  kaya  akan  bambu,  karena  banyak karakteristik unik dari setiap jenis tanaman bambu.  Bahkan dari setiap jenis bambu memiliki karateristis tersendiri  mewakili  simbol-simbol yang sangat bermakna tentang simbolisme kehidupan.

Selain sangat banyak memberi manfaat dan kegunaan bagi kehidupan, di balik ragam jenis bambu daripadanya juga sarat menyimpan nilai-nilai filosofi bagi kehidupan yang bisa dipetik. Salah satunya yaitu kelenturan pohom bambu antara lain mengajarkan manusia untuk selalu bersikap fleksibilitas dan lentur dalam beradaptasi pada lingkungan.

Sebagaimana kelenturan pohon bambu ketika menghadapi terpaan angin sampai meliuk-liuk, tetapi tidak menjadikannya tumbang, roboh, atau jebol. Filosofi ini mengajarkan bahwa selain fleksibilitas dan lentur, dengan akar yang kuat, ia tetap kokoh menghadapi terpahan hidup. Dari fleksibilitas ini pula mengajarkan membuat kita menjadi pribadi luar biasa.

Dalam berbagai hal, pohon bambu banyak dijadikan sebagai perumpamaan, kiasan (sanepan), sebagai local wisdom. Sebagaimana ungkapan jadilah seperti pohon bambu. Yakinlah, bahwa cobaan dan rintangan itu akan berlalu. Setelah itu segeralah bangkit dan berdiri tegak, seperti pohon bambu yang kembali tegak setelah angin berlalu.

Bahkan ada ungkapan jadilah pribadi seperti pohon bambu, semakin tinggi menjulang ujungnya akan melengkung. Ini mengajarkan, kepada manusia untuk senantiasa memiliki sifat andap asor, rendah hati.

Dalam konteks kebudayaan dan kearifan lokal Indonesia, bambu sering disimbolkan sebagai "pohon kehidupan" atau memiliki filosofi kehidupan yang dalam.

Dalam khasanah pengaji bambu unik (deling) Komunitas Pecinta Bambu Unik Nusantara (KPBUN), yang dimaksud “ngaji deling” adalah membaca apa yang tersurat dan tersirat di balik simbolisasi keunikan bambu unik sebagai kitab ora tinulis ning iso diwoco, membaca kitab tak tertulis tapi bisa dibaca.

Dari simbolisasi bahasa tanda, baik yang tersurat dan tersirat dalam bambu unik, kita diajak membaca, menterjemahkan dan memberi arti dari makna pesan yang tersembunyi didalamnya untuk kemudian dipahami oleh tindakan batin atau pengalaman batin, dan kemudian dimaknai lebih jauh lagi sebagai pedoman atau tindakan di tengah kehidupan. 

Dalam khasanah budaya Jawa, ngaji deling (bambu unik) inipun oleh leluhur nenek moyang dipakai sebagai pedoman atau sarana ajaran budi pekerti sebagai kitab nyoto seng alami sejareno laku urip, kitab nyata yang alami sebagai pedoman hidup, sebagai sarana pedoman ajaran budi pekerti. 

Ngaji Kitab Pohon Kehidupan Bamby Unik


 Ngaji Kitab Pohon Kehidupan Bambu Unik

Semoga semuanya lancar, sesuai target dan harapan... Amin...!!!

AdSense
Ads

Gallery III

Gallery III